Kamis, 04 Desember 2014

Ilmu Tauhid


Ringkasan buku Salim Hadad yang berjudul :
"Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur"

1. Masalah Iman
         Iman bagi orang Islam mengandung arti “membenarkan”, maksudnya adalah membenarkan dengan seteguh hati dan menyatakan dengan sebenar-benarnya adanya Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir dan takdir yang baik dan yang buruk dari Allah.
Iman kepada Allah itu ada tiga klasifikasi yaitu:
1.      Iman secara taklid, artinya ikut-ikutan; yaitu mempercayai Allah karena mengikuti perkataan para Ulama tanpa mengetahui dalilnya. Iman seperti initidak dapat selamat dari goncanagan hati bila ada orang yang mempengaruhi meragukan hatinya
2.      Iman secara tahkik, artinya iman sejati; yaitu mengikat hatinya terhadap sifat ke Esaan Allah. Sekiranya terdapat perselisihan ahli ilmu untuk melepaskan ikatan dalam hatinya, maka ia tidak akan terpengaruhi
3.      Iman secara Istidlal, artinya berdasarkan dalil; yaitu menciptakan dalil atas segala ciptaan Allah sebagai bukti adanya Zat Pencipta. Ringkasnya bahwa adanya bekas tanpa pemberi bekas adalah mustahil.

2. Iman Kepada Malaikat
            Jika ada yang bertanya : “Bagaimana anda beriman kepada malaikat?”. Maka jawablah: “Bahwasanya malaikat itu banyak sekali dan bermacam-macam tingkahnya, perbuatan (pekerjaan) nya dan bentuknya”. Diantara para malaikat itu adalah:
1). Malaikat Hamalatul ‘Arsyi
         Yaitu para malaikat pemikul ‘Arsy. Mereka ini tingkatan para malaikat tertinggi dan pertama kali diciptakan. Mereka di dunia ada empat dan di hari kiamat kelak ada delapan. Bentuknya seperti kambing, antar tapak kaki sampai lututnya dapat ditempuh perjalanan tujuh puluh tahun bagai burung yang cepat terbangnya.
2). Malaikat Haaffun
         Yaitu para malaikat yang mengelilingi Arasy. Wahab bin Munabbih berkata: “bahwasanya di sekitar Arasy itu ada 70.000 barisan malaikat. Satu baris di belakang barisan itu berhadapan. Mereka membaca tahlil dan yang lain membaca takbir.
         Di belakang 70.000 barisan malaikat yang berdiri, ada 100.000 barisan malaikat yang meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya dengan membaca tasbih. Antara satu sayap jaraknya perjalanan 800 tahun. Antara daun telinga dengan pundaknya jaraknya perjalanan 400 tahun.
3). Malaikat Ruhaniyun
         Yaitu malaikat bangsa ruhani, mereka berada di bumi putih seperti marmer, luasnya seluas perjalanan matahari40 hari, panjangnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Suara mereka sangat ramai dengan bacaan tasbih dan tahlil. Andai kata suara mereka di buka dan diperdengarkan pada penduduk bumi maka mereka sungguh hancur karena kerasnya suara itu.
4). Malaikat Karabiyyun
         Mereka adalah kepala-kepalanya para malaikat yang berada di sekitar Arasy.
5). Malaikat Sarfarah
         Yaitu para malaikat yang menjadi penghubung antara Allah dengan para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka inilah yang menyampaikan perintah-perintah Allah melalui wahyu, ilham dan mimpi yang baik kepada para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka juga sebagai penghubung antara Allah dengan para mahluk-Nya, mendatangkan bukti ciptaan Allah. Malaikat Safarah ini ada empat, yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail.
6). Malaikat Hafadhah
         Muhammad Al Khalili berkata: diriwayatkan, bahwa sahabat Utsman bin Affan ra. Bertanya kepada Nabi saw. : ” Berapakah malaikat yang menjaga manusia?”. Nabi bersabda: “Ada dua puluh malaikat”.
7). Malaikat Katabah
         Mereka adalah para malaikat yang memindahkan ketetapan-ketetapan dari Lauhil Mahfudh.

3. Jumlah Kitab yang Diturunkan Kepada Para Nabi
         Di dalam suatu riwayat ada 104 kitab Allah yang telah diturunkan oleh Allah kepada para utusan-Nya, yaitu sebagai berikut.
1)      Yang 10 kitab diturunkan kepada Syafiyullah Adam a.s.
2)      Yang 50 kitab diturunkan kepada Nabi Syits bin Adam. Makna kata “Syits” adalah   pemberian Allah. Dia hidup selama 712 tahun.
3)      Allah menurunkan 30 kitab kepada Nabi Idris a.s. Nabi Idris adalah orang yang pertama membuat senjata (pedang) dan memerangi orang-orang kafir.
4)      Allah menurunkan 10 kitab kepada Nabi Ibrahim a.s.
5)      Allah menurunkan kitab Injil seluruhnya kepada nabi Isa a.s.
6)      Allah menurunkan kitab Taurat keseluruhan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. Injil dan Taurat itu bahasa Ibrani, tapi ada yang mengatakan bahasa Suryani. Disebut Taurat karena kitab taurat itu terdapat nur, lantaran nur itu seseorang dapat keluar dari kesesatan petunjuk Allah, sebagaimana orang yang dapat keluar dari kegelapan kepada yang terang lantaran api
7)      Allah menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Dawud bin Isya a.s. beliau adalah pengikut Nabi Musa a.s. dan sesudahnya terpaut beberapa tahun lamanya.
8)      Allah menurunkan Kitab Al-Qur’an secara berangsur-angsur dan terpisah-pisah selama 23 tahun setelah ditulis dalam suhuf. Dan Allah menurunkannya sekaligus di malam Al-Qadar di Baitul Izzah, yaitu suatu tempat di langit dunia.

4. Jumlah Nabi dan Rasul Allah
         Adapun jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah Swt menurut salah satu riwayat adalah berjumlah 124.000 (seratus dua puluh empat ribu). Diriwayatkan, bahwa Allah mengangkat 8.000 Nabi, yang 4.000 dari kalangan Bani Israil dan yang 4.000 dari kalangan yang lainnya.
         Sedangkan jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah (Rasul) menurut salah satu riwayat berjumlah 313 Rasul, sama dengan jumlah sahabat yang ikut Perang Badar. Dalam Riwayat Lain disebutkan ada 314 Rasul, sama dengan jumlah pasukan tentara Raja Thalut yang tabah dalam melawan tentara Jalut. Dan dalam riwayat lain menyebutkan ada 315.

5. Kapan Kiamat Terjadi
         Kiamat pasti terjadi! Itu telah menjadi keyakinan kita sebagai muslim yang beriman. Percaya akan adanya hari kiamat merupakan salh satu rukun Iman. Tetapi kapankah kiamat itu akan terjadi?. Tidak ada seorangpun yang tahu, kecuali Allah swt, Rasulullah sendiri tidak mengetahuinya, sebab semua itu menjadi rahasia Allah swt, yang tidak diberitahuakn kepada para hambaNya.
         Adapun tanda-tanda yang menunjukkan tentang dekatnya hari kiamat itu terbagi menjadi 2, yaitu: Tanda-tanda sughra dan tanda-tanda kubra. Adapun yang termasuk dalam tanda-tanda sughra adalah:
a)      Merajalelanya perzinaan.
b)      Kemaksiatan dan kedurhakaan sudah menjadi hal yang biasa.
c)      Merajalelanya orang yang minum khamer (arak).
d)     Banyak wanita yang dengan bangga memamerkan auratnya.
e)      Jumlah kaum wanita lebih banyak dari jumlah kaum lelaki.
f)       Banyak orang yang membangun dan mempercantik masjid, tetapi sedikit yang beribadah di dalamnya.
Adapun tanda-tanda kubra yang menunjukkan akan datangnya kiamat adalah sebagai berikut:
a)      Keluarnya Dajjal
b)      Keluarnya Imam Mahdi
c)      Keluarnya Ya’juj Ma’juj
d)     Turunnya Nabi Isa a.s
e)      Terbitnya matahari dari arah Barat
f)       Munculnya hewan yang bisa berbicara

6. Keadaan Manusia Pada Zaman Dajjal
         Pada zaman Dajjal nanti, setiap negeri yang didatangi Dajjal penduduknya bagaikana padi yang ada di dalam gilingan. Mereka berlari kesan kemari karena takut kepada Dajjal. Bagi keluarga mukmin mereka lebih senang berada di dalam rumah menjaga keluarganya agar tidak terpengaruh oleh tipu daya Dajjal. Sebab saat itu tidak sedikit kaum wanita yang menjadi pengikut Dajjal. Karena itu, sampai-sampai orang lelaki mengikat keluarganya di dalam rumah agar tidak keluar. Mereka khawatir bila keluarganya keluar rumah akan mudah terpengaruh oleh siasat Dajjal. Jika sampai mengikuti Dajjal, berarti telah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.
         Demikian keadaan manusia saat kedatangan Dajjal, mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada menghadapinya. Sebab Dajjal tidak segan-segan berbuat aniayah terhadap orang yang membangkang.
         Adapun untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal adalah menetapi kesabaran. Melanggengkan membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi.

7. Keluarnya Imam Mahdi
         Imam Mahdi adalah seorang lelaki yang masih muda, mukanya bersinar, jenggotnya sempurna, pada pipi kanannya terdapat tahi lalat, kulinya bangsa Arab (kulitnya tidak kuning dan tidak pula hitam). Bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh Israil (artinya besar dan tinggi). Ia dijuluki dengan sebutan Imam Mahdi, nama aslinya adalah Muhammad (atau Ahmad), ia adalah putra Abdullah yang masih ada keturunan dari Rasulullah saw dari Sayyid Husain putra Fatimah binti Muhammad saw.
         Ketika gencar-gencarnya fitnah dihembuskan oleh Dajjal, tiba-tiba ala mini dikejutkan dengan adanya hatif (suara tanpa rupa) yang mengatakan: “Wahai manusia, sesungguhnya Imam Mahdi telah keluar di kota Makkah, ia berasal dari Desa Karimah”. Keluarnya Imam Mahdi ini bertepatan pada malam sepuluh bulan Dzulhijjah, tahun ganjil dari tahun Hijriyah.
         Mengenai turunnya Imam Mahdi ini telah dijelaskan dalam suatu hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi yang artinya sebagai berikut:
“Sesungguhnya Imam Mahdi itu akan keluar di akhir zaman, namanya Muhammad bin     Abdullah atau Ahmad bin Abdullah” (HR. Imam Abu Daud dan Tirmidzi)
        
8. Nabi Isa as. Turun ke Bumi dan Matinya Dajjal
         Pada suatu hari Imam Mahdi melakukan peperangan dengan Dajjal di daerah Bani Hasyim. Di situ kaum muslimin dikejar-kejar oleh Dajjal, tetapi mereka bisa lolos dengan naik ke gunung Dukhan. Pada saat kaum muslimin sedang dikejar-kejar oleh Dajjal dan pengikutnya, tiba-tiba terdengar kalau Nabi Isa a.s. turun dari langit. Turunnya Nabi Isa ini langsung berada di atas menara putih yang berada di sebelah Timur kota Damaskus, yang menjadi ibu kota Syria.
         Kedatangan Nabi Isa a.s. ini membuat Dajjal kalang kabut, akhirnya ia melarikan diri. Akan tetapi Nabi Isa a.s. terus memburunya sampai akhirnya Dajjal tertangkap oleh Nabi Isa a.s. di daerah Babilud, yaitu sebelah tenggara ibu kota Palestina, Baitul Maqdis atau Yerussalem, kira-kira jaraknya sejauh 3 Km. di tempat itulah Dajjal di bunuh oleh Nabi Isa a.s.
        
9. Nabi Isa as. Wafat dan Keadaan Umat Setelahnya
        Besok Nabi Isa a.s. juga akan menikah, sedangkan wanita yang diperistri adalah bangsa Asqalan. Dalam pernikahannya ini beliau dikarunia dua putra, yang satu bernama Muhammad, yang satunya lagi bernama Musa.
        Nabi Isa a.s. kemudian pergi haji ke Masjidil Haram, kemudian dilanjutkan berziarah ke makam Rasulullah saw di Madinah. Di sana beliau sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan di sebelah makam Rasulullah saw.
        Setelah Nabi Isa a.s. wafat, tidak begitu lama manusia banyak yang murtad, melupakan dan keluar dari agama Islam. Manusia banyak yang kembali dalam kekufuran dan kemusyrikan. Pada masa-masa seperti ini keadaan dunia tidak menentu, sebab sudah mendekati kehancuran, pintu taubat segera ditutup.

10. Gambaran Hari Kiamat
            Dalam satu hadits Rasulullah saw bersabda: “Ketika kamu melihat tanda-tanda pada musim semi, maka ingatlah pada hari kiamat!” dalam hadits ini, Rasulullah saw telah mengumpamakan musim semi dengan hari kiamat.
         Maha besarlah Allah, yang mampu menghidupkan kembali bumi yang telah mati pada musim semi. Dan Allah juga mampu menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati besok pada hari kiamat. Tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya dalam kekuasaan.
         Dalam syarah hadits ini disebutkan, sesungguhnya musim semi itu menyerupai atau sebagai perumpamaaan hari kiamat, dilihat dari sepuluh segi:
      a)            Biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan keluar dari bumi pada musim semi, sebagaimana keluarnya mayat dan orang yang terpendam dalam bumi pada hari kiamat.
      b)            Selepas musim semi, ada istirahat yang sangat menyenangkan dan sangat menyedihkan bagi manusia.
      c)            Bagi orang-orang yang sewaktu di dunia memakan makanan haram, akhirnya pada hari kiamat ia akan di timpa siksaan, dihinakan, dan terlantar, hingga ia menemukan kekecewaan yang tiada tertandinginya.
     d)            Bagi orang-orang yang sewaktu di dunia giat beramal, tetapi karena sifat riya’ dan kekufurannya maka pada hari kiamat semua amal ibadahnya bagai debu yang berhamburan diterpa angin.
      e)            Bagi orang-orang yang shalih, yang menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan perintah-Nya, mereka akan berkumpul dengan orang-orang yang ikhlas dan orang-orang yang beruntung.
       f)            Ketika ditiupkan angin kebahagiaan dan angin kesengsaraan, pada saat itu ada sebagian orang yang merasa senang dan berbahagia dan ada sebagian lain yang merasa susah dan sengsara.
      g)            Pada musim dingin, ada sebagian pohon yang gundul. Tetapi pada musim semi pohon tersebut dihiasi dengan aneka hiasan, hingga pohon yang semula jelek karena tidak berdaun, jadi kelihatan indah dan agung. Itulah gambaran orang yang zuhud.
      h)            Bahwasanya tanaman yang tumbuh di musim semi, maka orang yang mempunyai tanaman itu akan merasa senang, sebab tanamannya bisa tumbuh pada musim semi. Dan orang yang tidak menanam akan merasa menyesal, sebab tidak mempunyai tanaman. Itulah gambaran para ahli Ibadah.
        i)            Jika engkau menanam pada musim gugur, maka akan menjadi semakin besar tanaman itu pada musim semi. Itulah gambaran bagi mereka yang sewaktu di dunia gemar beramal dengan amalan yang baik
        j)            Pada musim semi, di permukaan bumi tampak beraneka macam warna dan jenis bunga. Demikian gambaran pada hari kiamat, akan Nampak jelas orang-orang yang ikhlas dan bertakwa, serta orang-orang yang kafir dan ingkar kepada Allah.

11. Panggilan Setelah Tercabutnya Ruh
         Diterangkan dalam sebuah hadits: ketika ruh berpisah dari badan, maka ada panggilan dari langit tiga kali: “Wahai anak adam, apakah engkau meninggalkan dunia ini atau dunia yang meninggalkan dirimu?. Apakah engkau mengumpulkan dunia, atau dunia yang mengumpulkan dirimu?. Apakah engkau yang membunuh dunia ataukag dunia yang membunuh dirimu?.
         Ketika mayit diletakkan diatas dipan untuk dimandikan, tiba-tiba ada panggilan dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, dimana badanmu yang kuat itu dan apakah yang menjadikanmu menjadi lemas?. Wahai anak Adam, dimanakah para kekasihmu dan apa yang menyebabkan mereka tidak menyukaimu?”
         Tatkala mayit diletakkan di kain kafan, mayit di panggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, engkau akan pergi jauh tanpa membawa perbekalan. Wahai anak Adam, engkau akan keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali lagi. Wahai anak Adam, engkau tidak akan bisa naik kuda untuk selamanya dan engkau akan menuju tempat yang sangat menakutkan”.
         Pada saat mayit dipikul ai atas keranda mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, bahagialah dirimu jika engkau termasuk orang yang bertaubat. Bahagialah engkau, jika amalmu itu termasuk amal baik. Bahagialah dirimu, jika temanmu adalah keridlaan Allah. Celakalah engkau jika temanmu adalah kemurkaan Allah”.
         Ketika mayit diletakkan untuk dishalati, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, setiap perbuatan yang engkau lakukan pasti engkau akan melihatnya, jika perbuatan amalmu baik, maka engkau akan melihat suatu kebaikan. Sebaliknya jika amal perbuatanmu buruk, maka engkau akan melihat keburukan”.
         Tatkala keranda diletakkan di tepi kubur, maka mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, engkau tidak membawa perbekalan dari tempat ramai menuju ke tempat yang rusak. Engkau tidak membawa kekayaanmu kepada kefakiran ini. Engkau tidak membawa cahaya ke tempat yang gelap ini”.
         Pada saat mayit diletakkan di lubang kubur, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, disaat engkau berada diatas punggungku engkau banyak tertawa, sekarang engkau berada di perutku dengan menangis. Engkau berada dipunggungku dengan gembira, sekarang engkau berada diperutku dengan kesusahan. Engkau berada diatas punggungku, berbicara, sekarang engkau berada di perutku dengan berdiam”.
         Sewaktu orang-orang yang mengantar berpaling meninggalkan si mayit sendirian di dalam kubur, maka Allah berfirman: “Wahai hambaKu, sekarang engkau tinggal sendirian dalam gelapnya kubur, sedangkan orang-orang sudah meninggalkan dirimu. Engkau telah berbuat durhaka kepadaKu hanya karena manusia, karena istri dan anak semata. Pada hari ini, aku lebih mengasihi dirimu dengan rahmatKu, dimana besarnya rahmatKu melebihi kecintaan beberapa makhluk. Rasa belas kasihanKu kepadamu jauh melebihi rasa kasih saying seorang ibu pada anaknya”.

12.  Hari Kebangkitan
         Allah menciptakan lauhul mahfudh yang terbuat dari intan putih, panjangnya antara langit dan bumi kali tujuh. Allah lalu menggantungkan lauhul Mahfuddh di Arasy. Di dalam Mahfudh terdapat catatan segala peristiwa yang dilakukan oleh seluruh makhluk Allah sampai hari kiamat.
         Malaikat Israfil memiliki empat sayap, satu sayap asa di Timur, satu sayap ada di Barat, satu sayap menutupi dirinya dan sayap yang keempat menutupi kepalanya. Malaikat Israfil berwajah kuning, karena rasa takutnya kepada Allah. Ia selalu menundukkan kepalanya, juga selalu memandang kea rah Arasy.
         Ketika Allah menetapkan sesuatu di Lauhul Mahfudh, Allah membuka tutup wajah Israfil, sehingga ia mengetahui apa yang ditetapkan oleh Allah, baik yang menyakut masalah hukum atau perintah. Tidak ada Malaikat yang lebih dekat tempatnya dari Arasy, kecuali Malaikat Israfil. Adapun jarak antara Israfil dan Arasy itu ada tujuh tabir, sedangkan jarak setiap tabir kira-kira perjalanan 500 tahun. Padahal jarak tempat Jibril dan Israfil itu 70 tabir.
         Sangkakala (terompet) telah diletakkan di atas pahanya yang kanan, ujung sangkakala sudah berada di mulutnya. Israfil tinggal menunggu perintah Allah, kapan datangnya perintah tersebut, ia tinggal meniup sangkakala itu.
         Tatkala sudah habis usia dunia, sangkakala itu didekatkan ke wajah Israfil, ia lalu mengumpulkan 4 sayapnya, kemudian meniup sangkakala.
         Dalam sangkakala ada beberapa pintu yang banyaknya menurut bilangan ruh. Di dalam sankakala juga terdapat 70 rumah, salah satu rumah tersebut ditempati ruh para malaikat, satu rumah ditempati ruh para jin, satu rumah di tempati ruh manusia, satu rumah di tempati ruh binatang. Ke 70 rumah tersebut nantinya terisi semua menurut pengelompokan ruhnya masing-masing.
         Allah memberikan sangkakala kepada Israfil kemudian meletakkan Sangkakala itu di mulutnya sambil menunggu, kapan ia diperintahkan untuk meniupnya.Israfil akan meniup tiga kali tiupan. Tiupan pertama mengejutkan, tiupan kedua mematikan, tiupan ketiga membangkitkan.

13. Tiupan Sangkakala yang Membangkitkan
         Allah berfirman: “Wahai Israfil bangunlah dan tiuplah sangkakala itu dengan tiupan yang membangkitkan”. Malaikat Israfilpun meniupnya, seraya berkata: “Wahai ruh-ruh yang keluar dan tulang-tulang yang sudah hancur, jasad-jasad yang sudah busuk, otot-otot yang sudah terputus, kulit-kulit yang sudah robek, dan rambut-rambut yang sudah rontok, bangkitlah kalian untuk menghadapi keputusan hokum”.
         Setelah bangkit dari kuburnya masing-masing, setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah mereka kerjakan.
         Rasulullah Saw pernah ditanya tentang makna firman Allah Ta’ala: (yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup Sangkakala lalu kamu dating berkelompok-kelompok). Mendengar pertanyaan ini Rasulullah Saw menangis, kemudia beliau bersabda: “Wahai orang yang bertanya, kamu bertanya kepadaku tentang perkara yang besar. Pada waktu itu, adalah hari kiamat, dimana kaum dan umatku dikumpulkan menjadi 12 bagian.
1)      Mereka dikumpulkan dalam bentuk kera. Mereka adalah orang-orang yang suka memfitnah.
2)      Mereka dikumpulkan dalam bentuk celeng. Mereka ini adalah orang yang suka makan barang haram.
3)      Mereka dikumpulkan dalam keadaan buta dan bingung. Mereka juga digantung oleh manusia yang lain. Mereka ini adalah orang-orang yang melebihi batas dalam hokum.
4)      Mereka dikumpulkan dalam keadaan tuli dan bisu. Mereka adalah orang yang menyombongkan diri dengan amal perbuatannya.
5)      Mereka dikumpulkan dengan mulutnya mengalir nanah, dan mereka menanam lidahnya. Mereka ini adalah para ulama yang menyimpang antara perkataan dan perbuatan.
6)      Mereka dikumpulkan dengan kondisi tubuhnya penuh dengan luka dari api neraka. Mereka ini adalah orang yang menjadi saksi dengan kedustaan.
7)      Mereka dikumpulkan dengan keadaan telapak kakinya berada di dahinya, diikatkan pada jambul kepalanya dan bau mereka sangat busuk seperti bau bangkai. Mereka ini adalah orang-orang yang mengikuti syahwat dan kelezatan, serta keharaman.
8)      Mereka dikumpulkan dalam keadaan mabuk, yang jalannya jatuh bangun ke kanan dan ke kiri. Lisannya keluar dari tengkuknya. Mereka ini adalah orang-orang yang mencegah hak Allah.
9)      Mereka dikumpulkan dengan memakai celak dari tembaga merah. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak menjauhkan diri dari perbuatan ghibah (menggunjing).
10)  Mereka dikumpulkan dengan keadaan lisannya keluar dari tengkuknya. Mereka ini adalah orang-orang yang suka mengadu domba.
11)   Mereka dikumpulkan dalam keadaaan mabuk. Mereka ini adalah orang-orang yang suka membicarakan hal-hal keduniaan di dalam masjid. Sebab masjid adalah tempat suci yang hanya untuk beribadah.
12)  Mereka dikumpulkan dalam bentuk celeng. Mereka ini adalah orang-orang yang suka memakan barang riba.

14. Dibangkitkannya Makhluk dari Kuburnya
         Dikisahkan, para makhluk ketika dibangkitkan dari kuburnya mereka berdiri tegak di tempat mereka dibangkitkan selama 40 tahun, tidak makan dan tidak minum, juga tidak duduk serta tidak berbicara.
         Pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya untuk mengetahui orang mukmin pada hari kiamat itu?” beliau menjawab: “Umatku itu putih wajahnya akibat dari bekas wudlu”.
         Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan, Rasulullah saw pernah bersabda: “ada tiga orang, dimana para Malaikat akan menyelamatkan ketiga orang ini pada hari dikeluarkannya para makhluk dari kuburnya. Mereka itu adalah:
1.      Orang yang mati syahid
2.      Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan
3.      Orang yang berpuasa di hari Arafah.
Ada keterangan juga dalam suatu hadits Bahwa ada 10 orang yang jasadnya tidak bisa busuk, yaitu:
1.      Jasadnya para Nabi
2.      Jasadnya orang yang ahli perang
3.      Jasadnya orang alim
4.      Jasadnya orang yang mati syahid
5.      Jasadnya orang yang hafal Qur’an
6.      Jasadnya Imam (penguasa) yang adil
7.      Jasadnya orang yang Adzan
8.      Jasadnya wanita yang mati didalam nifasnya
9.      Jasadnya orang yang dibunuh dengan aniaya
10.  Jasadnya orang yang mati di hari jumat dan malamnya.

15. Panasnya Hari Kiamat
         Dalam suatu hadits diceritakan: ketika terjadi hari kiamat, Allah mengumpulkan seluruh makhluk mulai yang pertama sampai yang terakhir di satu padang yang luas, matahari didekatkan di atas kepala mereka.panas matahari semakin ditambah kekuatannya pada hari kiamat. Lalu keluarlah binatang dari api yang bentuknya seperti naungan (baying-bayang). Kemudian ada pemanggil: “Wahai semua makhluk, berangkatlah kebayang-bayang (naungan) tersebut”. Merekapun berangkat menuju naungan itu menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari orang mukmin. Kelompok kedua terdiri dari orang munafik. Kelompok ketiga terdiri dari orang-orang kafir.
         Ketika semua makhluk sudah berada dibawah naungan (baying-bayang), maka naungan itu menjadi tiga bagian: bagian pertama untuk panas, bagian kedua untuk asap dan bagian ketiga untuk nur.
         Naungan yang panas berada di atas kepala orang-orang munafik, karena mereka memelihara panasnya sewaktu di dunia. Sedangkan asap itu berada di atas kepala orang kafir, karena mereka sewaktu di dunia berada di tempat cahaya dan di akhirat mereka berada dalam kegelapan. Adapun cahaya itu berada di atas kepala orang-orang mukmin, karena mereka sewaktu di dunia berada dalam kegelapan, maka di akhirat mereka berada di tempat cahaya. Rasulullah Saw bersabda:
“Ada tujuh golongan yang mendapat naungan Allah dibawah naungan Arasy, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah yaitu:
1.      Iman (penguasa) yang adil
2.      Pemuda yang meningkatkan ibadah kepada Allah
3.      Dua orang yang bersahabat saling mengasihi karena Allah
4.      Seseorang yang diajak berbuat zina oleh wanita cantik seraya berkata: “Sesungguhnya aku ini takut kepada Allah Tuhan semesta alam”
5.      Seseorang yang selalu ingat kepada Allah di waktu sunyi, serta air matanya mengalir karena rasa takunya kepada Allah
6.      Seseorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahuinya, dan
7.      Seseorang yang menggantungkan hatinya ke masjid
Dalam suatu hadits diceritakan: ketika terjadi hari kiamat, maka ditegakkanlah beberapa bendera, diantaranya:
1.      Bendera “kebenaran (kejujuran)” untuk Abu Bakar, maka setiap orang yang menjunjung kebenaran atau kejujuran berada di bawah bendera tersebut.
2.      Bendera “Fuqaha (ahli hokum)” untuk Mu’adz bin Jabal maka setiap orang ahli fiqih berada di bawah bendera tersebut.
3.      Bendera “Zuhud” untuk Abu Dzarr, maka setiap orang yang zuhud berada di bawah bendera tersebut.
4.      Bendera “Fakir” untuk Abu Drada’, maka setiap orang yang fakir berada di bawah bendera tersebut.
5.      Bendera “Dermawan” untuk Usman bin Affan, maka setiap orang yang dermawan berada dibawah bendera itu.
6.      Bendera “Syuhada” untuk Ali bin Abi Thalib, maka setiap orang yang mati syahid berada di bawah bendera itu.
7.      Bendera “Qurra’ (ahli baca Al-qur’an)” untuk Ubaiy bin Ka’ab, maka setiap qari’ berada dibawah bendera itu.
8.      Bendera “Mu’adzin” untuk Bilal, maka setiap mu’adzin berada di bawah bendera itu.
9.      Bendera “orang yang dibunuh dengan aniaya” untuk Husain, maka setiap orang yang dibunuh dengan aniaya berada di bawah bendera itu.

16. Tulisan Dalam surga
         Didalam surga terdapa berbagai tulisan yang menunjukkan tentang keutamaan suatu amal, atau kemuliaan derajat bagi orang yang menjalankannya. Tulisan itu untuk membedakan kelompok yang satu dengan yang lainnya.
         Tulisan ini terbuat dari emas, perak atau mutiara sebagai lambing kemuliaan dan kehormatan. Makna yang terkandung dalam setiap tulisan cukup dalam. Karena ity bila mau mengkaji dan memahami tulisan dengan benar dapat di buktikan kebenaran tulisan tersebut dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini.
         Seperti yang diceritakan oleh Rasulullah Saw sewaktu di Isra’ mi’ rajkan oleh Allah, sewaktu beliau masuk surge beliau melihat suatu pemandangan yang belum pernah di lihat oleh mata, suara yang tidak pernah didengar oleh telinga, serta adanya keinginan yang belum pernah terlintas di hati umat manusia. Di atas pintu suga Rasulullah  Saw melihat ada tulisan “shadaqah” sebanyak sepuluh, sedangkan tulisan “meminjam atau berhutang” sebanyak delapan belas. Rasulullah Saw lantas bertanya kepada Jibril: “Wahai JIbril, apa yang dimaksudkan dengan tulisan ini: meminjami itu lebih utama dari pada sedekah?”
         Jibril lalu menjawab: “sesungguhnya orang yang meminta itu dirinya masih memiliki sesuatu, sedangkan orang yang berhutang tidak akan melakukan pinjaman, kecuali pada saat ia sangat membutuhkan”.
         Terkadang tulisan di dalam surga menunjukkan larangan bagi orang yang melakukan kejahatan tertentu sewaktu di dunianya.

17. Golongan Pertama Yang Masuk Surga
         Mereka yang paling awal masuk surge adalah orang yang memiliki derajat tinggi diantara para penghuni surga. Wajah mereka bersinar bagaikan bulan purnama yang menyinari kegelapan malam. Keelokannya dan cahayanya membuat banyak orang terkesima melihatnya.
         Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Rombongan pertama yang masuk surga bagaikan bulan purnama, kemudian dibelakang mereka seperti bintang yang paling terang di langit. Mereka tidak pernah kencing, tidak meludah dan tidak mengigus, sisir mereka dari emas, bau peluh mereka bagaikan kasturi dan ukup-ukupan mereka adalah kayu garu yang sangat harum, istri-istri mereka adalah bidadari (yang bulat matanya). Bentuk tubuh mereka sama, yaitu sebesar Nabi Adam a.s. tingginya 60 hasta menjulang ke langit.
         Abu Sa’id meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Golongan pertama kali masuk surga bagaikan bulan purnama, golongan yang kedua bagaikan bintang-bintang yang bersinar dilangit. Setiap seorang dari mereka mendapat dua istri (bidadari), setiap istri mengenakan 70 perhiasan, (keelokan dan kehalusan kulit bidadari) hingga tampak sum-sum betisnya dari balik kulitnya.
         Ada beberapa amaliyah yang memiliki keutamaan yang bisa menyebabkan pelakunya mendapat derajat terhormat di sisi Allah, dan ia termasuk golongan pertama yang masuk surga, diantaranya adalah:
1.      Orang-orang yang selalu bersyukur dan selalu memuji kepada Allah, tidak pernah mengeluh dan merintih.
2.      Orang yang taat kepada Allah dimnan pun ia berada, dan patuh pada atasannya dalam hal yang ma’ruf.
3.      Orang yang suka berbuat ma’ruf atau kebaikan sewaktu hidupnya di dunia. Yang dimaksud kebaikan di sini adalah kebaikan dalam pandangan syari’ah.

18. Bentuk Fisik Penghuni Surga.
         Dijelaskan dalam tafsir surat Yasin: Bahwa tinggi badan penghuni surge itu seperti tinggi badan Nabi Adam, yaitu 60 dzira’. Usia penghuni surga seperti usia nabi Isa yaitu 30 tahun. Kegantengan penghuni surge seperti kegantengan Nabi Yusuf a.s. dan akhlaqnya seperti akhlaq Nabi Muhammad Saw.
         Abu Hurairah r.a. berkata: “Demi Dzat yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) pada Nabinya. Sesungguhnya ahli surge setiap hari bertambah keelokan dan ketampanannya. Sebagaimana bertambahnya masa muda dan masa tua di dunia. Seorang lelaki diberi kekuatan 100 kali dalam soal makan, minum dan bersetubuh. Maka seorang ahli surge bisa mensetubuhi istrinya dalam beberapa windu. Dalam satu windu ada 80 tahun. Setiap kali bersetubuh yang dilakukan oleh ahli surge dan bidadari tidak mengeluarkan mani (sperma). Bagi penghuni surge setiap hari dihidangkan 100 jenis aneka makanan.
         Diceritakan dalam kitab Daqa’iqul Akhbar: penduduk surge semuanya berusia muda, yang tampan wajahnya dan bercelak. Bagi yang laki-laki memiliki kumis hijau yang tipis dan berkilauan. Adapun bahasa yang digunakan oleh penghuni surge adalah bahasa Arab.

19. Rasulullah Saw Mengetahui Orang Yang Masuk Surga
         Pandangan Rasulullah Saw mampu menembus batas ruang dan waktu, sehingga beliau mangetahui apa yang terjadi di akhirat nanti, temasuk mengetahui orang-orang dekatnya yang masuk surga, padahal orang tersebut masih hidup di dunia.
         Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Aku melihat Ja’far bin Abi Thalib terbang di surga bersama malaikat yang memiliki dua sayap”.
Rasulullah Saw bersabda: “Hasan dan Husain menjadi junjungannya pemuda penghuni surga”.
Rasulullah Saw bersabda: “Ada sepuluh orang (yang jelas) berada dalam surga, yaitu Nabi Saw, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Thalhah, Zubair bin Awam, Sa’ad bin Malik, Abdurrahman bin Auf dan Sa’id bin Zaid”.
Demikian ketajaman penglihatan Rasulullah Saw, hingga beliau mengetahui shahabatnya yang masuk surga. Karena beliau adalah manusia Al-Amin, yang bisa dipercaya dan tidak pernah berdusta.

20. Umat Muhammad Saw Semua Masuk Surga
         Seluruh umat Muhammad Saw masuk surga semua tanpa terkecuali, namun mereka masuk tidak secara bersamaan melainkan menurut kadar keimanan dan amaliyahnya masing-masing. Ada yang langsung masuk surga tanpa melalui proses hisab, ada pula yang masuk surga setelah terlebih dahulu berada di neraka.
         Mengenai kepastian umat Muhammad Saw masuk surga telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Seluruh umatku masuk surga, kecuali orang yang membangkang. Barangsiapa yang taat kepadaku maka ia akan masuk surga dan barang siapa yang bermaksiat kepadaKu maka ia telah membangkang”.
         Dari sekian banyak umat Muhammad, ada golongan tertentu yang jumlahnya terbatas yang memiliki keistimewaan dan keutamaan, sehingga mereka masuk surga tanpa dihisab. Mereka ini masuk surga saling berpegangan tangan satu sama lainnya.
         Rasulullah Saw bersabda: “Pasti masuk surga 70.000 atau 700.000 orang dari umatku, mereka saling berpegangan tangan satu sama lainnya, sehingga yang pertama tidak masuk sebelum orang yang terakhir dari mereka (ikut) masuk. Wajah mereka seperti bulan di malam purnama”.

21. Binatang Yang Masuk Surga
         Binatang yang sering kali dipandang hina dan rendah derajatnya oleh manusia, ada pula yang masuk surga sebagaimana manusia yang bertakwa. Kelebihan yang dimiliki oleh binatang tersebut karena kepatuhannya kepada tuannya dalam ikut berjuang dan menemani tuannya dalam menegakkan agama Tauhid di muka bumi ini.
         Sebaimana yang di katakana oleh Muqatil: “Ada sepuluh binatang yang masuk surga, yaitu:
1.      Untanya Nabi Shalih
2.      Anak sapinya nabi Ibrahim
3.      Kambing gibasnya Nabi Ismail
4.      Sapinya Nabi Musa
5.      Ikannya Nabi Yunus
6.      Khimarnya Nabi Udzair
7.      Semutnya Nabi Sulaiman
8.      Burung Hud-hudnya Ratu Bilqis
9.      Untanya Nabi Muhammad Saw
10.  Anjingnya Ashhabul Kahfi”.
Binatang yang rendah derajatnya saja bisa masuk surga, maka sangat heran sekali bila ada manusia yang mengaku sebagai makhluq terhormat dan mulia derajatnya tidak bisa masuk surga. Kuncinya adalah terletak pada keimanan, apa arti kemuliaan dan kehormatan bila dirinya tidak beriman dan bertakwa kepada Allah.

22. Keutamaan Dalam Surga Bagi Syuhada’
         Pada hakikatnya orang yang mati syahid dalam membela agama Allah dan keimanan, mereka tidak pernah kalah meskipun dalam kasat mata mereka mati, namun sesungguhnya ruh mereka abadi. Hidup maupun mati bagi para syuhada adalah kemenangan. Jika mereka hidup, mereka mendapat kemenangan di dunia. Dan jika mereka mati, mereka mendapatkan kemenangan di akhirat. Sebelum hari kiamat terjadi ruhnya saja sudah berada di surga menempati tempat yang tertinggi.
         Al-Miqda bin Ma’di Karib r.a. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Di sisi Allah, orang yang mati syahid mendapatkan enam perkara:
1.      Pada permulaan darahnya mengalir, Allah mengampuni dosanya dan diperlihatkan tempat duduknya di surga.
2.      Diselamatkan dari siksa kubur.
3.      Aman dari ketakutan yang sangat di hari kiamat.
4.      Diletakkan mahkota kehormatan dikepalanya satu biji permata yang di dalamnya lebih baik dari pada dunia dan isinya.
5.      Dikawinkan dengan 72 istri dari bidadari.
6.      Bisa member syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya”.
Demikian besar dan agung kemuliaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada para syuhada’, mereka mendapat berbagai keistimewaan, baik sewaktu di dunia maupun di akhirat. Jasadnya tidak busuk sepanjang zaman, yang menebarkan aroma wewangian, jenazahnya tidak perlu di shalati, karena sudah ada jaminan masuk surga, kain kafannya adalah bajunya sendiri yang berlumuran darah, sebagai kehormatan atas jasadnya yang mulia. Belum lagi di surga, berbagai fasilitas dan kehormatan telah disiapkan untuk menyambut kedatangannya.

23. Bidadari
         Bidadari dalam arti sesungguhnya hanya terdapat pada surga. Bidadari dalam surga merupakan salah satu bentuk servis Allah Ta’ala kepada para ahli surga. Bahkan bidadari-bidadari yang selalu disebut-sebut Allah dalam firman-firman-Nya, mampu membuat kaum muslimin berfasta biqul khairat untuk memperoleh bidadari-bidadari surga tersebut.
         Nabi Muhammad saw bersabda: “Allah menciptakan bidadari terdiri dari 4 warna, putih, hijau, kuning dan merah. Tubuhnya diciptakan dari za’faran, misik, anbar, dan kafur. Rambutnya dari sutera, mulai dari jari-jari kakinya sampai ke lututnya tercipta dari za’faran. Dari lutut sampai kepayudaranya diberi harum-haruman dari minyak misik. Mulai dari kedua payudaranya sampai ke lehernya diberi harum-haruman dari minyak anbar. Dari lehernya sampai kepalanya diberi harum-haruman dari kafur. Seandainya bidadari ini meludah dengan sekali ludahan ke dunia, maka semua air di dunia menjadi misik. Di dadanya tertulis nama suaminya dan sebuah nama dari beberapa nama Allah. Pada setiap tangannya terdapat 10 gelang dari emas, jari-jarinya terdapat 10 cincin, pada kedua kakinya terdapat 10 binggel (gelang kaki) dari jauhar dan mutiara”.
         Meskipun bidadari itu memiliki banyak kelebihan dan derajat terhormat, tetapi di dalam surga mereka masih kalah mulia dengan keempat wanita dunia yang memiliki keistimewaan. Keempat wanita tersebut adalah: Maryam binti Imran, Fatimah binti Muhammad Saw, Khadijah binti Khuwailid dan Asiah binti Muzahim.

24. Yang Mendapat Syafa’at Dari Nabi Muhammad Saw
         Rasulullah sebagai kekasih Allah, adalah orang yang paling banyak diberi keistimewaan dalam member syafa’at kepada umatnya, tidak hanya diberi hak oleh Allah untuk member syafa’at pada umatnya sewaktu masih di makhsyar sampai yang sudah masuk neraka pun beliau masih diizinkan untuk member syafa’at kepada mereka.
         Sebagaimana yang beliau jelaskan dalam sabdanya: “Aku diberi pilihan antara (memberi) syafa’at dan memasukkan separoh umatku kedalam surga, maka aku memilih untuk member syafa’at, karena syafa’at itu lebih merata (umum) dan lebih mencukupi.
         Rasulullah Saw menjadi pemukanya para Nabi dan Rasul, serta menjadi orang pertama yang memberikan syafa’at di hari kiamat, karena beliau memiliki keistinewaan yang tidak dimiliki oleh para Nabi lainnya.
         Seperti yang beliau katakana: “Aku diberi lima hal yang tidak pernah diberikan pada seorang pun sebelum aku, yaitu:
1.      Aku ditolong dengan adanya rasa takut di hati musuh (sebelum ketemu aku) masih dalam perjalanan satu bulan.
2.      Dihalalkan padaku beberapa binatang ternak yang tidak pernah dihalalkan kepada seorangpun sebelum aku.
3.      Dijadikannya bumi ini kepadaku sebagai masjid, debunya disucikan, maka seseorang dari umatku ketika tiba waktu shalat, maka hendaknya melakukan shalat dimanapun ia berada.
4.      Aku diberi syafa’at.
5.      Setiap Nabi diutus khusus pada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat manusia.
Itulah diantara kelebihan Rasulullah Saw dari sekian banyak keistimewaannya, termasuk dalam hal memberikan syafa’at. Mudah-mudahan di akhirat nanti kita mendapat syafa’at langsung dari Rasulullah Saw, juga bisa memberi syafa’at pada yang lain. Aamiin.

25. Ahli Surga Melihat Allah
         Satu-satunya kenikmatan surga yang paling agung adalah bertemu Allah dan melihatNya secara langsung. Diceritakan dalam Tafsir Surah Yasin: ketika penduduk mekah sudah selesai makan dan minum menurut apa yang mereka inginkan. Allah lau berfirman kepada mereka: “Mintalah kepadaKu, wahai hamba-hambaKu, aku akan member kepada kalian”. Penduduk surga mengatakan: “Kami minta keridlaanMu”. Allah kemudia membuka hijab, maka terlihatlah oleh hamba-hamba itu, menurut tingkatan mereka berada, apa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Mereka semua melihat Allah, sebagai mana melihat bulan purnama. Penduduk surga itu lantas menundukkan kepala dengan bersujud.Allah Ta’ala lantas berfirman: “Wahai hamba-hambaKu, angkatlah kepalamu, ini bukan waktunya bersujud atau rukuk, melainkan waktunya melihat kebagusan Dzat yang punya keagungan.
         Saat ahli surga melihat Allah, mereka bisa melihatnya dengan terang dan jelas sekali, tidak remang-remang dan juga tidak silau. Karena itu, mereka bisa menikmatinya dengan penuh kelezatan.

26. Keridlaan Allah Pemberian Paling Besar
         Belum lengkap rasanya menikmati kesenangan dan kebahasgian di dalam surga kalau tidak mendapat ridla Allah. Keridlaan Allah adalah kunci dari ketenangan batin penghuni surga. Apa artinya masuk surga dan merasakan segala kenikmatannya kalau tidak mendapat ridla Allah. Karena itu, keridlaan Allah merupakan pemberian yang paling besar dari segala bentuk pemberian kenikmatan surgawi.
         Sebagaimana dijelaskan Rasulullah dalam sabdanya: “Allah memanggil penghuni surga: “Wahai ahli surga”. Mereka menjawab: “labbaik Ya Tuhanku, segala kebaikan berada di tanganMu”. Maka ditanya: “Apakah kamu telah puas”. Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak puas, padahal engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak engkau berikan pada seorangpun dari makhlukMu”. Lantas Allah berfirman: “Suka kah bila aku memberikan sesuatu yang melebihi dari semua itu?”. Mereka bertanya: “Pemberian apakah yang melebihi dari semua pemberian ini?”. Allah berfirman: “Aku tetapkan kepada kalian keridlaanKu, maka aku tidak akan murka kepada kalian selamanya”.
         Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Aku telah memberikan pada kalian apa yang kalian harapkan, adakah kalian rela menerima pemberian dariKu?”. Maka penduduk surga menjawab: “Wahai Tuhan kami, mintalah kepadaKu apa yang kalian angan-angankan”. Lantas hamba-hamba itu meminta Allah apa yang diharapkannya.
         Kemudian Allah berfirman: “Aku akan memberikan sesuatu yang melebihi dari pemberian yang pertama. Penduduk surga kemudian bertanya: “Wahai Tuhan kami, apa pemberian itu, yang melebihi pemberian yang pertama ini?”. Allah lantas berfirman: “Aku telah meridlai kalian, dan Aku tidak akan marah kepada kalian untuk selamanya”.
         Dengan demikian, keridlaan Allah adalah sesuatu yang sangat berharga, yang selalu diharap oleh setiap orang yang beriman, tanpa keridlaan Allah, manusia akan jauh dari ketenangan dan kebahagiaan, baik di dunianya maupun di akhirat. Lebih-lebih bagi penghuni surga, keridlaan Allah merupakan legalitas yang sangat dibutuhkan untuk bisa tenang dalam mendiami surga.

Komentar : 
“ Menurut saya buku ini sangat bagus tetapi terlalu sering mengulang materi yang sudah di bahas. Saya pandang bagus karena buku ini menyadarkan saya dari beberapa aspek bahwa dunia ini hanya sementara kelak kita akan merasakan yang namanya mati. Untuk menghadapi kematian, kita harus bersiap-siap. Beribadahlah dan laksanakanlah perintah Allah untuk memperoleh ridlahnya. Karena itulah yang terpenting dan utama untuk kita sebagai manusia ”.
             


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar