Ringkasan buku Salim Hadad yang berjudul :
"Menyingkap
110 Misteri Alam Kubur"
1. Masalah Iman
Iman bagi orang Islam mengandung arti
“membenarkan”, maksudnya adalah membenarkan dengan seteguh hati dan menyatakan
dengan sebenar-benarnya adanya Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para
utusan-Nya, hari akhir dan takdir yang baik dan yang buruk dari Allah.
Iman kepada Allah itu ada tiga
klasifikasi yaitu:
1. Iman
secara taklid, artinya ikut-ikutan; yaitu mempercayai Allah karena mengikuti
perkataan para Ulama tanpa mengetahui dalilnya. Iman seperti initidak dapat
selamat dari goncanagan hati bila ada orang yang mempengaruhi meragukan hatinya
2. Iman
secara tahkik, artinya iman sejati; yaitu mengikat hatinya terhadap sifat ke
Esaan Allah. Sekiranya terdapat perselisihan ahli ilmu untuk melepaskan ikatan
dalam hatinya, maka ia tidak akan terpengaruhi
3. Iman
secara Istidlal, artinya berdasarkan dalil; yaitu menciptakan dalil atas segala
ciptaan Allah sebagai bukti adanya Zat Pencipta. Ringkasnya bahwa adanya bekas
tanpa pemberi bekas adalah mustahil.
2. Iman Kepada Malaikat
Jika
ada yang bertanya : “Bagaimana anda beriman kepada malaikat?”. Maka jawablah:
“Bahwasanya malaikat itu banyak sekali dan bermacam-macam tingkahnya, perbuatan
(pekerjaan) nya dan bentuknya”. Diantara para malaikat itu adalah:
1).
Malaikat Hamalatul ‘Arsyi
Yaitu para malaikat pemikul ‘Arsy.
Mereka ini tingkatan para malaikat tertinggi dan pertama kali diciptakan.
Mereka di dunia ada empat dan di hari kiamat kelak ada delapan. Bentuknya
seperti kambing, antar tapak kaki sampai lututnya dapat ditempuh perjalanan
tujuh puluh tahun bagai burung yang cepat terbangnya.
2).
Malaikat Haaffun
Yaitu para malaikat yang mengelilingi
Arasy. Wahab bin Munabbih berkata: “bahwasanya di sekitar Arasy itu ada 70.000
barisan malaikat. Satu baris di belakang barisan itu berhadapan. Mereka membaca
tahlil dan yang lain membaca takbir.
Di belakang 70.000 barisan malaikat
yang berdiri, ada 100.000 barisan malaikat yang meletakkan tangan kanannya pada
tangan kirinya dengan membaca tasbih. Antara satu sayap jaraknya perjalanan 800
tahun. Antara daun telinga dengan pundaknya jaraknya perjalanan 400 tahun.
3).
Malaikat Ruhaniyun
Yaitu malaikat bangsa ruhani, mereka
berada di bumi putih seperti marmer, luasnya seluas perjalanan matahari40 hari,
panjangnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Suara mereka sangat ramai
dengan bacaan tasbih dan tahlil. Andai kata suara mereka di buka dan
diperdengarkan pada penduduk bumi maka mereka sungguh hancur karena kerasnya
suara itu.
4).
Malaikat Karabiyyun
Mereka adalah kepala-kepalanya para
malaikat yang berada di sekitar Arasy.
5).
Malaikat Sarfarah
Yaitu para malaikat yang menjadi
penghubung antara Allah dengan para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka inilah
yang menyampaikan perintah-perintah Allah melalui wahyu, ilham dan mimpi yang
baik kepada para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka juga sebagai penghubung
antara Allah dengan para mahluk-Nya, mendatangkan bukti ciptaan Allah. Malaikat
Safarah ini ada empat, yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail.
6).
Malaikat Hafadhah
Muhammad Al Khalili berkata: diriwayatkan,
bahwa sahabat Utsman bin Affan ra. Bertanya kepada Nabi saw. : ” Berapakah
malaikat yang menjaga manusia?”. Nabi bersabda: “Ada dua puluh malaikat”.
7).
Malaikat Katabah
Mereka adalah para malaikat yang
memindahkan ketetapan-ketetapan dari Lauhil Mahfudh.
3. Jumlah Kitab yang Diturunkan
Kepada Para Nabi
Di dalam suatu riwayat ada 104 kitab
Allah yang telah diturunkan oleh Allah kepada para utusan-Nya, yaitu sebagai
berikut.
1) Yang
10 kitab diturunkan kepada Syafiyullah Adam a.s.
2) Yang
50 kitab diturunkan kepada Nabi Syits bin Adam. Makna kata “Syits” adalah pemberian Allah. Dia hidup selama 712 tahun.
3) Allah
menurunkan 30 kitab kepada Nabi Idris a.s. Nabi Idris adalah orang yang pertama
membuat senjata (pedang) dan memerangi orang-orang kafir.
4) Allah
menurunkan 10 kitab kepada Nabi Ibrahim a.s.
5) Allah
menurunkan kitab Injil seluruhnya kepada nabi Isa a.s.
6) Allah
menurunkan kitab Taurat keseluruhan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. Injil dan
Taurat itu bahasa Ibrani, tapi ada yang mengatakan bahasa Suryani. Disebut
Taurat karena kitab taurat itu terdapat nur, lantaran nur itu seseorang dapat
keluar dari kesesatan petunjuk Allah, sebagaimana orang yang dapat keluar dari
kegelapan kepada yang terang lantaran api
7) Allah
menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Dawud bin Isya a.s. beliau adalah pengikut
Nabi Musa a.s. dan sesudahnya terpaut beberapa tahun lamanya.
8) Allah
menurunkan Kitab Al-Qur’an secara berangsur-angsur dan terpisah-pisah selama 23
tahun setelah ditulis dalam suhuf. Dan Allah menurunkannya sekaligus di malam
Al-Qadar di Baitul Izzah, yaitu suatu tempat di langit dunia.
4.
Jumlah Nabi dan Rasul Allah
Adapun jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah Swt
menurut salah satu riwayat adalah berjumlah 124.000 (seratus dua puluh empat
ribu). Diriwayatkan, bahwa Allah mengangkat 8.000 Nabi, yang 4.000 dari
kalangan Bani Israil dan yang 4.000 dari kalangan yang lainnya.
Sedangkan jumlah para Nabi yang menjadi utusan Allah (Rasul)
menurut salah satu riwayat berjumlah 313 Rasul, sama dengan jumlah sahabat yang
ikut Perang Badar. Dalam Riwayat Lain disebutkan ada 314 Rasul, sama dengan
jumlah pasukan tentara Raja Thalut yang tabah dalam melawan tentara Jalut. Dan
dalam riwayat lain menyebutkan ada 315.
5.
Kapan Kiamat Terjadi
Kiamat pasti terjadi! Itu telah menjadi keyakinan kita
sebagai muslim yang beriman. Percaya akan adanya hari kiamat merupakan salh
satu rukun Iman. Tetapi kapankah kiamat itu akan terjadi?. Tidak ada seorangpun
yang tahu, kecuali Allah swt, Rasulullah sendiri tidak mengetahuinya, sebab
semua itu menjadi rahasia Allah swt, yang tidak diberitahuakn kepada para
hambaNya.
Adapun tanda-tanda yang menunjukkan tentang dekatnya hari
kiamat itu terbagi menjadi 2, yaitu: Tanda-tanda sughra dan tanda-tanda kubra.
Adapun yang termasuk dalam tanda-tanda sughra adalah:
a) Merajalelanya
perzinaan.
b) Kemaksiatan
dan kedurhakaan sudah menjadi hal yang biasa.
c) Merajalelanya
orang yang minum khamer (arak).
d) Banyak
wanita yang dengan bangga memamerkan auratnya.
e) Jumlah
kaum wanita lebih banyak dari jumlah kaum lelaki.
f) Banyak
orang yang membangun dan mempercantik masjid, tetapi sedikit yang beribadah di
dalamnya.
Adapun tanda-tanda kubra yang
menunjukkan akan datangnya kiamat adalah sebagai berikut:
a) Keluarnya
Dajjal
b) Keluarnya
Imam Mahdi
c) Keluarnya
Ya’juj Ma’juj
d) Turunnya
Nabi Isa a.s
e) Terbitnya
matahari dari arah Barat
f) Munculnya
hewan yang bisa berbicara
6. Keadaan Manusia Pada Zaman
Dajjal
Pada zaman Dajjal nanti, setiap negeri
yang didatangi Dajjal penduduknya bagaikana padi yang ada di dalam gilingan. Mereka
berlari kesan kemari karena takut kepada Dajjal. Bagi keluarga mukmin mereka
lebih senang berada di dalam rumah menjaga keluarganya agar tidak terpengaruh
oleh tipu daya Dajjal. Sebab saat itu tidak sedikit kaum wanita yang menjadi
pengikut Dajjal. Karena itu, sampai-sampai orang lelaki mengikat keluarganya di
dalam rumah agar tidak keluar. Mereka khawatir bila keluarganya keluar rumah
akan mudah terpengaruh oleh siasat Dajjal. Jika sampai mengikuti Dajjal,
berarti telah melakukan kekufuran dan kemusyrikan.
Demikian keadaan manusia saat
kedatangan Dajjal, mereka lebih memilih menyelamatkan diri daripada
menghadapinya. Sebab Dajjal tidak segan-segan berbuat aniayah terhadap orang
yang membangkang.
Adapun untuk menyelamatkan diri dari
fitnah Dajjal adalah menetapi kesabaran. Melanggengkan membaca sepuluh ayat
pertama dari surat Al-Kahfi.
7.
Keluarnya Imam Mahdi
Imam Mahdi adalah seorang lelaki yang masih muda, mukanya
bersinar, jenggotnya sempurna, pada pipi kanannya terdapat tahi lalat, kulinya
bangsa Arab (kulitnya tidak kuning dan tidak pula hitam). Bentuk tubuhnya
seperti bentuk tubuh Israil (artinya besar dan tinggi). Ia dijuluki dengan
sebutan Imam Mahdi, nama aslinya adalah Muhammad (atau Ahmad), ia adalah putra
Abdullah yang masih ada keturunan dari Rasulullah saw dari Sayyid Husain putra
Fatimah binti Muhammad saw.
Ketika gencar-gencarnya fitnah dihembuskan oleh Dajjal,
tiba-tiba ala mini dikejutkan dengan adanya hatif (suara tanpa rupa) yang
mengatakan: “Wahai manusia, sesungguhnya Imam Mahdi telah keluar di kota
Makkah, ia berasal dari Desa Karimah”. Keluarnya Imam Mahdi ini bertepatan pada
malam sepuluh bulan Dzulhijjah, tahun ganjil dari tahun Hijriyah.
Mengenai turunnya Imam Mahdi ini telah dijelaskan dalam
suatu hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi
yang artinya sebagai berikut:
“Sesungguhnya
Imam Mahdi itu akan keluar di akhir zaman, namanya Muhammad bin Abdullah atau Ahmad bin Abdullah” (HR.
Imam Abu Daud dan Tirmidzi)
8.
Nabi Isa as. Turun ke Bumi dan Matinya Dajjal
Pada suatu hari Imam
Mahdi melakukan peperangan dengan Dajjal di daerah Bani Hasyim. Di situ kaum
muslimin dikejar-kejar oleh Dajjal, tetapi mereka bisa lolos dengan naik ke
gunung Dukhan. Pada saat kaum muslimin sedang dikejar-kejar oleh Dajjal dan
pengikutnya, tiba-tiba terdengar kalau Nabi Isa a.s. turun dari langit.
Turunnya Nabi Isa ini langsung berada di atas menara putih yang berada di
sebelah Timur kota Damaskus, yang menjadi ibu kota Syria.
Kedatangan Nabi Isa a.s. ini membuat Dajjal kalang kabut,
akhirnya ia melarikan diri. Akan tetapi Nabi Isa a.s. terus memburunya sampai
akhirnya Dajjal tertangkap oleh Nabi Isa a.s. di daerah Babilud, yaitu sebelah
tenggara ibu kota Palestina, Baitul Maqdis atau Yerussalem, kira-kira jaraknya
sejauh 3 Km. di tempat itulah Dajjal di bunuh oleh Nabi Isa a.s.
9.
Nabi Isa as. Wafat dan Keadaan Umat Setelahnya
Besok Nabi Isa a.s. juga akan menikah, sedangkan wanita yang
diperistri adalah bangsa Asqalan. Dalam pernikahannya ini beliau dikarunia dua
putra, yang satu bernama Muhammad, yang satunya lagi bernama Musa.
Nabi Isa a.s. kemudian pergi haji ke Masjidil Haram, kemudian
dilanjutkan berziarah ke makam Rasulullah saw di Madinah. Di sana beliau sakit
sampai akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan di sebelah
makam Rasulullah saw.
Setelah Nabi Isa a.s. wafat, tidak begitu lama manusia banyak
yang murtad, melupakan dan keluar dari agama Islam. Manusia banyak yang kembali
dalam kekufuran dan kemusyrikan. Pada masa-masa seperti ini keadaan dunia tidak
menentu, sebab sudah mendekati kehancuran, pintu taubat segera ditutup.
10.
Gambaran Hari Kiamat
Dalam satu
hadits Rasulullah saw bersabda: “Ketika kamu melihat tanda-tanda pada musim semi,
maka ingatlah pada hari kiamat!” dalam hadits ini, Rasulullah saw telah
mengumpamakan musim semi dengan hari kiamat.
Maha besarlah Allah, yang mampu menghidupkan kembali bumi
yang telah mati pada musim semi. Dan Allah juga mampu menghidupkan kembali
orang-orang yang telah mati besok pada hari kiamat. Tiada sesuatu pun yang
menyerupai-Nya dalam kekuasaan.
Dalam syarah hadits ini disebutkan, sesungguhnya musim semi
itu menyerupai atau sebagai perumpamaaan hari kiamat, dilihat dari sepuluh
segi:
a)
Biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan keluar
dari bumi pada musim semi, sebagaimana keluarnya mayat dan orang yang terpendam
dalam bumi pada hari kiamat.
b)
Selepas musim semi, ada istirahat yang
sangat menyenangkan dan sangat menyedihkan bagi manusia.
c)
Bagi orang-orang yang sewaktu di dunia
memakan makanan haram, akhirnya pada hari kiamat ia akan di timpa siksaan,
dihinakan, dan terlantar, hingga ia menemukan kekecewaan yang tiada
tertandinginya.
d)
Bagi orang-orang yang sewaktu di dunia
giat beramal, tetapi karena sifat riya’ dan kekufurannya maka pada hari kiamat
semua amal ibadahnya bagai debu yang berhamburan diterpa angin.
e)
Bagi orang-orang yang shalih, yang
menjauhi larangan-Nya dan mengamalkan perintah-Nya, mereka akan berkumpul
dengan orang-orang yang ikhlas dan orang-orang yang beruntung.
f)
Ketika ditiupkan angin kebahagiaan dan
angin kesengsaraan, pada saat itu ada sebagian orang yang merasa senang dan
berbahagia dan ada sebagian lain yang merasa susah dan sengsara.
g)
Pada musim dingin, ada sebagian pohon
yang gundul. Tetapi pada musim semi pohon tersebut dihiasi dengan aneka hiasan,
hingga pohon yang semula jelek karena tidak berdaun, jadi kelihatan indah dan
agung. Itulah gambaran orang yang zuhud.
h)
Bahwasanya tanaman yang tumbuh di musim
semi, maka orang yang mempunyai tanaman itu akan merasa senang, sebab
tanamannya bisa tumbuh pada musim semi. Dan orang yang tidak menanam akan
merasa menyesal, sebab tidak mempunyai tanaman. Itulah gambaran para ahli
Ibadah.
i)
Jika engkau menanam pada musim gugur,
maka akan menjadi semakin besar tanaman itu pada musim semi. Itulah gambaran
bagi mereka yang sewaktu di dunia gemar beramal dengan amalan yang baik
j)
Pada musim semi, di permukaan bumi
tampak beraneka macam warna dan jenis bunga. Demikian gambaran pada hari
kiamat, akan Nampak jelas orang-orang yang ikhlas dan bertakwa, serta
orang-orang yang kafir dan ingkar kepada Allah.
11. Panggilan Setelah Tercabutnya
Ruh
Diterangkan dalam sebuah hadits: ketika
ruh berpisah dari badan, maka ada panggilan dari langit tiga kali: “Wahai anak
adam, apakah engkau meninggalkan dunia ini atau dunia yang meninggalkan
dirimu?. Apakah engkau mengumpulkan dunia, atau dunia yang mengumpulkan
dirimu?. Apakah engkau yang membunuh dunia ataukag dunia yang membunuh dirimu?.
Ketika mayit diletakkan diatas dipan
untuk dimandikan, tiba-tiba ada panggilan dengan tiga kali seruan: “Wahai anak
Adam, dimana badanmu yang kuat itu dan apakah yang menjadikanmu menjadi lemas?.
Wahai anak Adam, dimanakah para kekasihmu dan apa yang menyebabkan mereka tidak
menyukaimu?”
Tatkala mayit diletakkan di kain kafan,
mayit di panggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, engkau akan pergi
jauh tanpa membawa perbekalan. Wahai anak Adam, engkau akan keluar dari rumahmu
dan tidak akan kembali lagi. Wahai anak Adam, engkau tidak akan bisa naik kuda
untuk selamanya dan engkau akan menuju tempat yang sangat menakutkan”.
Pada saat mayit dipikul ai atas keranda
mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, bahagialah dirimu
jika engkau termasuk orang yang bertaubat. Bahagialah engkau, jika amalmu itu
termasuk amal baik. Bahagialah dirimu, jika temanmu adalah keridlaan Allah.
Celakalah engkau jika temanmu adalah kemurkaan Allah”.
Ketika mayit diletakkan untuk
dishalati, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, setiap
perbuatan yang engkau lakukan pasti engkau akan melihatnya, jika perbuatan
amalmu baik, maka engkau akan melihat suatu kebaikan. Sebaliknya jika amal
perbuatanmu buruk, maka engkau akan melihat keburukan”.
Tatkala keranda diletakkan di tepi
kubur, maka mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, engkau
tidak membawa perbekalan dari tempat ramai menuju ke tempat yang rusak. Engkau
tidak membawa kekayaanmu kepada kefakiran ini. Engkau tidak membawa cahaya ke
tempat yang gelap ini”.
Pada saat mayit diletakkan di lubang
kubur, mayit dipanggil dengan tiga kali seruan: “Wahai anak Adam, disaat engkau
berada diatas punggungku engkau banyak tertawa, sekarang engkau berada di
perutku dengan menangis. Engkau berada dipunggungku dengan gembira, sekarang
engkau berada diperutku dengan kesusahan. Engkau berada diatas punggungku,
berbicara, sekarang engkau berada di perutku dengan berdiam”.
Sewaktu orang-orang yang mengantar
berpaling meninggalkan si mayit sendirian di dalam kubur, maka Allah berfirman:
“Wahai hambaKu, sekarang engkau tinggal sendirian dalam gelapnya kubur,
sedangkan orang-orang sudah meninggalkan dirimu. Engkau telah berbuat durhaka
kepadaKu hanya karena manusia, karena istri dan anak semata. Pada hari ini, aku
lebih mengasihi dirimu dengan rahmatKu, dimana besarnya rahmatKu melebihi
kecintaan beberapa makhluk. Rasa belas kasihanKu kepadamu jauh melebihi rasa
kasih saying seorang ibu pada anaknya”.
12. Hari Kebangkitan
Allah menciptakan lauhul mahfudh yang
terbuat dari intan putih, panjangnya antara langit dan bumi kali tujuh. Allah
lalu menggantungkan lauhul Mahfuddh di Arasy. Di dalam Mahfudh terdapat catatan
segala peristiwa yang dilakukan oleh seluruh makhluk Allah sampai hari kiamat.
Malaikat Israfil memiliki empat sayap,
satu sayap asa di Timur, satu sayap ada di Barat, satu sayap menutupi dirinya
dan sayap yang keempat menutupi kepalanya. Malaikat Israfil berwajah kuning,
karena rasa takutnya kepada Allah. Ia selalu menundukkan kepalanya, juga selalu
memandang kea rah Arasy.
Ketika Allah menetapkan sesuatu di
Lauhul Mahfudh, Allah membuka tutup wajah Israfil, sehingga ia mengetahui apa
yang ditetapkan oleh Allah, baik yang menyakut masalah hukum atau perintah.
Tidak ada Malaikat yang lebih dekat tempatnya dari Arasy, kecuali Malaikat
Israfil. Adapun jarak antara Israfil dan Arasy itu ada tujuh tabir, sedangkan
jarak setiap tabir kira-kira perjalanan 500 tahun. Padahal jarak tempat Jibril
dan Israfil itu 70 tabir.
Sangkakala (terompet) telah diletakkan
di atas pahanya yang kanan, ujung sangkakala sudah berada di mulutnya. Israfil
tinggal menunggu perintah Allah, kapan datangnya perintah tersebut, ia tinggal
meniup sangkakala itu.
Tatkala sudah habis usia dunia,
sangkakala itu didekatkan ke wajah Israfil, ia lalu mengumpulkan 4 sayapnya,
kemudian meniup sangkakala.
Dalam sangkakala ada beberapa pintu
yang banyaknya menurut bilangan ruh. Di dalam sankakala juga terdapat 70 rumah,
salah satu rumah tersebut ditempati ruh para malaikat, satu rumah ditempati ruh
para jin, satu rumah di tempati ruh manusia, satu rumah di tempati ruh
binatang. Ke 70 rumah tersebut nantinya terisi semua menurut pengelompokan
ruhnya masing-masing.
Allah memberikan sangkakala kepada
Israfil kemudian meletakkan Sangkakala itu di mulutnya sambil menunggu, kapan
ia diperintahkan untuk meniupnya.Israfil akan meniup tiga kali tiupan. Tiupan
pertama mengejutkan, tiupan kedua mematikan, tiupan ketiga membangkitkan.
13. Tiupan Sangkakala yang
Membangkitkan
Allah berfirman: “Wahai Israfil bangunlah
dan tiuplah sangkakala itu dengan tiupan yang membangkitkan”. Malaikat
Israfilpun meniupnya, seraya berkata: “Wahai ruh-ruh yang keluar dan
tulang-tulang yang sudah hancur, jasad-jasad yang sudah busuk, otot-otot yang
sudah terputus, kulit-kulit yang sudah robek, dan rambut-rambut yang sudah
rontok, bangkitlah kalian untuk menghadapi keputusan hokum”.
Setelah bangkit dari kuburnya
masing-masing, setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah mereka kerjakan.
Rasulullah Saw pernah ditanya tentang
makna firman Allah Ta’ala: (yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup Sangkakala
lalu kamu dating berkelompok-kelompok). Mendengar pertanyaan ini Rasulullah Saw
menangis, kemudia beliau bersabda: “Wahai orang yang bertanya, kamu bertanya
kepadaku tentang perkara yang besar. Pada waktu itu, adalah hari kiamat, dimana
kaum dan umatku dikumpulkan menjadi 12 bagian.
1) Mereka
dikumpulkan dalam bentuk kera. Mereka adalah orang-orang yang suka memfitnah.
2) Mereka
dikumpulkan dalam bentuk celeng. Mereka ini adalah orang yang suka makan barang
haram.
3) Mereka
dikumpulkan dalam keadaan buta dan bingung. Mereka juga digantung oleh manusia
yang lain. Mereka ini adalah orang-orang yang melebihi batas dalam hokum.
4) Mereka
dikumpulkan dalam keadaan tuli dan bisu. Mereka adalah orang yang menyombongkan
diri dengan amal perbuatannya.
5) Mereka
dikumpulkan dengan mulutnya mengalir nanah, dan mereka menanam lidahnya. Mereka
ini adalah para ulama yang menyimpang antara perkataan dan perbuatan.
6) Mereka
dikumpulkan dengan kondisi tubuhnya penuh dengan luka dari api neraka. Mereka
ini adalah orang yang menjadi saksi dengan kedustaan.
7) Mereka
dikumpulkan dengan keadaan telapak kakinya berada di dahinya, diikatkan pada
jambul kepalanya dan bau mereka sangat busuk seperti bau bangkai. Mereka ini
adalah orang-orang yang mengikuti syahwat dan kelezatan, serta keharaman.
8) Mereka
dikumpulkan dalam keadaan mabuk, yang jalannya jatuh bangun ke kanan dan ke
kiri. Lisannya keluar dari tengkuknya. Mereka ini adalah orang-orang yang
mencegah hak Allah.
9) Mereka
dikumpulkan dengan memakai celak dari tembaga merah. Mereka ini adalah
orang-orang yang tidak menjauhkan diri dari perbuatan ghibah (menggunjing).
10) Mereka
dikumpulkan dengan keadaan lisannya keluar dari tengkuknya. Mereka ini adalah
orang-orang yang suka mengadu domba.
11) Mereka dikumpulkan dalam keadaaan mabuk.
Mereka ini adalah orang-orang yang suka membicarakan hal-hal keduniaan di dalam
masjid. Sebab masjid adalah tempat suci yang hanya untuk beribadah.
12) Mereka
dikumpulkan dalam bentuk celeng. Mereka ini adalah orang-orang yang suka
memakan barang riba.
14. Dibangkitkannya Makhluk dari
Kuburnya
Dikisahkan, para makhluk ketika
dibangkitkan dari kuburnya mereka berdiri tegak di tempat mereka dibangkitkan
selama 40 tahun, tidak makan dan tidak minum, juga tidak duduk serta tidak
berbicara.
Pernah ditanyakan kepada Rasulullah
saw. “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya untuk mengetahui orang mukmin pada
hari kiamat itu?” beliau menjawab: “Umatku itu putih wajahnya akibat dari bekas
wudlu”.
Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan,
Rasulullah saw pernah bersabda: “ada tiga orang, dimana para Malaikat akan
menyelamatkan ketiga orang ini pada hari dikeluarkannya para makhluk dari
kuburnya. Mereka itu adalah:
1. Orang
yang mati syahid
2. Orang
yang berpuasa di bulan Ramadhan
3. Orang
yang berpuasa di hari Arafah.
Ada keterangan juga dalam suatu hadits
Bahwa ada 10 orang yang jasadnya tidak bisa busuk, yaitu:
1. Jasadnya
para Nabi
2. Jasadnya
orang yang ahli perang
3. Jasadnya
orang alim
4. Jasadnya
orang yang mati syahid
5. Jasadnya
orang yang hafal Qur’an
6. Jasadnya
Imam (penguasa) yang adil
7. Jasadnya
orang yang Adzan
8. Jasadnya
wanita yang mati didalam nifasnya
9. Jasadnya
orang yang dibunuh dengan aniaya
10. Jasadnya
orang yang mati di hari jumat dan malamnya.
15.
Panasnya Hari Kiamat
Dalam suatu hadits diceritakan: ketika
terjadi hari kiamat, Allah mengumpulkan seluruh makhluk mulai yang pertama
sampai yang terakhir di satu padang yang luas, matahari didekatkan di atas
kepala mereka.panas matahari semakin ditambah kekuatannya pada hari kiamat.
Lalu keluarlah binatang dari api yang bentuknya seperti naungan
(baying-bayang). Kemudian ada pemanggil: “Wahai semua makhluk, berangkatlah
kebayang-bayang (naungan) tersebut”. Merekapun berangkat menuju naungan itu
menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari orang mukmin. Kelompok kedua
terdiri dari orang munafik. Kelompok ketiga terdiri dari orang-orang kafir.
Ketika semua makhluk sudah berada
dibawah naungan (baying-bayang), maka naungan itu menjadi tiga bagian: bagian
pertama untuk panas, bagian kedua untuk asap dan bagian ketiga untuk nur.
Naungan yang panas berada di atas
kepala orang-orang munafik, karena mereka memelihara panasnya sewaktu di dunia.
Sedangkan asap itu berada di atas kepala orang kafir, karena mereka sewaktu di
dunia berada di tempat cahaya dan di akhirat mereka berada dalam kegelapan.
Adapun cahaya itu berada di atas kepala orang-orang mukmin, karena mereka
sewaktu di dunia berada dalam kegelapan, maka di akhirat mereka berada di
tempat cahaya. Rasulullah Saw bersabda:
“Ada
tujuh golongan yang mendapat naungan Allah dibawah naungan Arasy, dimana pada
hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah yaitu:
1. Iman
(penguasa) yang adil
2. Pemuda
yang meningkatkan ibadah kepada Allah
3. Dua
orang yang bersahabat saling mengasihi karena Allah
4. Seseorang
yang diajak berbuat zina oleh wanita cantik seraya berkata: “Sesungguhnya aku
ini takut kepada Allah Tuhan semesta alam”
5. Seseorang
yang selalu ingat kepada Allah di waktu sunyi, serta air matanya mengalir
karena rasa takunya kepada Allah
6. Seseorang
yang bersedekah dengan tangan kanannya, hingga tangan kirinya tidak
mengetahuinya, dan
7. Seseorang
yang menggantungkan hatinya ke masjid
Dalam suatu hadits diceritakan: ketika
terjadi hari kiamat, maka ditegakkanlah beberapa bendera, diantaranya:
1. Bendera
“kebenaran (kejujuran)” untuk Abu Bakar, maka setiap orang yang menjunjung
kebenaran atau kejujuran berada di bawah bendera tersebut.
2. Bendera
“Fuqaha (ahli hokum)” untuk Mu’adz bin Jabal maka setiap orang ahli fiqih
berada di bawah bendera tersebut.
3. Bendera
“Zuhud” untuk Abu Dzarr, maka setiap orang yang zuhud berada di bawah bendera
tersebut.
4. Bendera
“Fakir” untuk Abu Drada’, maka setiap orang yang fakir berada di bawah bendera
tersebut.
5. Bendera
“Dermawan” untuk Usman bin Affan, maka setiap orang yang dermawan berada
dibawah bendera itu.
6. Bendera
“Syuhada” untuk Ali bin Abi Thalib, maka setiap orang yang mati syahid berada
di bawah bendera itu.
7. Bendera
“Qurra’ (ahli baca Al-qur’an)” untuk Ubaiy bin Ka’ab, maka setiap qari’ berada
dibawah bendera itu.
8. Bendera
“Mu’adzin” untuk Bilal, maka setiap mu’adzin berada di bawah bendera itu.
9. Bendera
“orang yang dibunuh dengan aniaya” untuk Husain, maka setiap orang yang dibunuh
dengan aniaya berada di bawah bendera itu.
16. Tulisan Dalam surga
Didalam surga terdapa berbagai tulisan
yang menunjukkan tentang keutamaan suatu amal, atau kemuliaan derajat bagi
orang yang menjalankannya. Tulisan itu untuk membedakan kelompok yang satu
dengan yang lainnya.
Tulisan ini terbuat dari emas, perak
atau mutiara sebagai lambing kemuliaan dan kehormatan. Makna yang terkandung
dalam setiap tulisan cukup dalam. Karena ity bila mau mengkaji dan memahami
tulisan dengan benar dapat di buktikan kebenaran tulisan tersebut dalam
kehidupan sehari-hari di dunia ini.
Seperti yang diceritakan oleh
Rasulullah Saw sewaktu di Isra’ mi’ rajkan oleh Allah, sewaktu beliau masuk
surge beliau melihat suatu pemandangan yang belum pernah di lihat oleh mata,
suara yang tidak pernah didengar oleh telinga, serta adanya keinginan yang
belum pernah terlintas di hati umat manusia. Di atas pintu suga Rasulullah Saw melihat ada tulisan “shadaqah” sebanyak
sepuluh, sedangkan tulisan “meminjam atau berhutang” sebanyak delapan belas.
Rasulullah Saw lantas bertanya kepada Jibril: “Wahai JIbril, apa yang
dimaksudkan dengan tulisan ini: meminjami itu lebih utama dari pada sedekah?”
Jibril lalu menjawab: “sesungguhnya
orang yang meminta itu dirinya masih memiliki sesuatu, sedangkan orang yang
berhutang tidak akan melakukan pinjaman, kecuali pada saat ia sangat membutuhkan”.
Terkadang tulisan di dalam surga
menunjukkan larangan bagi orang yang melakukan kejahatan tertentu sewaktu di
dunianya.
17. Golongan Pertama Yang Masuk
Surga
Mereka yang paling awal masuk surge
adalah orang yang memiliki derajat tinggi diantara para penghuni surga. Wajah
mereka bersinar bagaikan bulan purnama yang menyinari kegelapan malam.
Keelokannya dan cahayanya membuat banyak orang terkesima melihatnya.
Seperti yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah, Rasulullah bersabda: Rombongan pertama yang masuk surga bagaikan
bulan purnama, kemudian dibelakang mereka seperti bintang yang paling terang di
langit. Mereka tidak pernah kencing, tidak meludah dan tidak mengigus, sisir
mereka dari emas, bau peluh mereka bagaikan kasturi dan ukup-ukupan mereka adalah
kayu garu yang sangat harum, istri-istri mereka adalah bidadari (yang bulat
matanya). Bentuk tubuh mereka sama, yaitu sebesar Nabi Adam a.s. tingginya 60
hasta menjulang ke langit.
Abu Sa’id meriwayatkan, bahwa
Rasulullah Saw telah bersabda: “Golongan pertama kali masuk surga bagaikan
bulan purnama, golongan yang kedua bagaikan bintang-bintang yang bersinar
dilangit. Setiap seorang dari mereka mendapat dua istri (bidadari), setiap
istri mengenakan 70 perhiasan, (keelokan dan kehalusan kulit bidadari) hingga
tampak sum-sum betisnya dari balik kulitnya.
Ada beberapa amaliyah yang memiliki
keutamaan yang bisa menyebabkan pelakunya mendapat derajat terhormat di sisi
Allah, dan ia termasuk golongan pertama yang masuk surga, diantaranya adalah:
1. Orang-orang
yang selalu bersyukur dan selalu memuji kepada Allah, tidak pernah mengeluh dan
merintih.
2. Orang
yang taat kepada Allah dimnan pun ia berada, dan patuh pada atasannya dalam hal
yang ma’ruf.
3. Orang
yang suka berbuat ma’ruf atau kebaikan sewaktu hidupnya di dunia. Yang dimaksud
kebaikan di sini adalah kebaikan dalam pandangan syari’ah.
18. Bentuk Fisik Penghuni Surga.
Dijelaskan dalam tafsir surat Yasin:
Bahwa tinggi badan penghuni surge itu seperti tinggi badan Nabi Adam, yaitu 60
dzira’. Usia penghuni surga seperti usia nabi Isa yaitu 30 tahun. Kegantengan
penghuni surge seperti kegantengan Nabi Yusuf a.s. dan akhlaqnya seperti akhlaq
Nabi Muhammad Saw.
Abu Hurairah r.a. berkata: “Demi Dzat
yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) pada Nabinya. Sesungguhnya ahli surge
setiap hari bertambah keelokan dan ketampanannya. Sebagaimana bertambahnya masa
muda dan masa tua di dunia. Seorang lelaki diberi kekuatan 100 kali dalam soal
makan, minum dan bersetubuh. Maka seorang ahli surge bisa mensetubuhi istrinya
dalam beberapa windu. Dalam satu windu ada 80 tahun. Setiap kali bersetubuh
yang dilakukan oleh ahli surge dan bidadari tidak mengeluarkan mani (sperma).
Bagi penghuni surge setiap hari dihidangkan 100 jenis aneka makanan.
Diceritakan dalam kitab Daqa’iqul
Akhbar: penduduk surge semuanya berusia muda, yang tampan wajahnya dan
bercelak. Bagi yang laki-laki memiliki kumis hijau yang tipis dan berkilauan.
Adapun bahasa yang digunakan oleh penghuni surge adalah bahasa Arab.
19. Rasulullah Saw Mengetahui Orang
Yang Masuk Surga
Pandangan Rasulullah Saw mampu menembus
batas ruang dan waktu, sehingga beliau mangetahui apa yang terjadi di akhirat
nanti, temasuk mengetahui orang-orang dekatnya yang masuk surga, padahal orang
tersebut masih hidup di dunia.
Seperti yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Aku melihat Ja’far bin Abi
Thalib terbang di surga bersama malaikat yang memiliki dua sayap”.
Rasulullah Saw bersabda: “Hasan dan
Husain menjadi junjungannya pemuda penghuni surga”.
Rasulullah Saw bersabda: “Ada sepuluh
orang (yang jelas) berada dalam surga, yaitu Nabi Saw, Abu Bakar, Umar, Usman,
Ali, Thalhah, Zubair bin Awam, Sa’ad bin Malik, Abdurrahman bin Auf dan Sa’id
bin Zaid”.
Demikian ketajaman penglihatan Rasulullah
Saw, hingga beliau mengetahui shahabatnya yang masuk surga. Karena beliau
adalah manusia Al-Amin, yang bisa dipercaya dan tidak pernah berdusta.
20. Umat Muhammad Saw Semua Masuk
Surga
Seluruh umat Muhammad Saw masuk surga
semua tanpa terkecuali, namun mereka masuk tidak secara bersamaan melainkan
menurut kadar keimanan dan amaliyahnya masing-masing. Ada yang langsung masuk surga
tanpa melalui proses hisab, ada pula yang masuk surga setelah terlebih dahulu
berada di neraka.
Mengenai kepastian umat Muhammad Saw
masuk surga telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Seluruh umatku
masuk surga, kecuali orang yang membangkang. Barangsiapa yang taat kepadaku
maka ia akan masuk surga dan barang siapa yang bermaksiat kepadaKu maka ia
telah membangkang”.
Dari sekian banyak umat Muhammad, ada
golongan tertentu yang jumlahnya terbatas yang memiliki keistimewaan dan
keutamaan, sehingga mereka masuk surga tanpa dihisab. Mereka ini masuk surga
saling berpegangan tangan satu sama lainnya.
Rasulullah Saw bersabda: “Pasti masuk
surga 70.000 atau 700.000 orang dari umatku, mereka saling berpegangan tangan
satu sama lainnya, sehingga yang pertama tidak masuk sebelum orang yang
terakhir dari mereka (ikut) masuk. Wajah mereka seperti bulan di malam purnama”.
21. Binatang Yang Masuk Surga
Binatang yang sering kali dipandang hina
dan rendah derajatnya oleh manusia, ada pula yang masuk surga sebagaimana
manusia yang bertakwa. Kelebihan yang dimiliki oleh binatang tersebut karena
kepatuhannya kepada tuannya dalam ikut berjuang dan menemani tuannya dalam
menegakkan agama Tauhid di muka bumi ini.
Sebaimana yang di katakana oleh
Muqatil: “Ada sepuluh binatang yang masuk surga, yaitu:
1. Untanya
Nabi Shalih
2. Anak
sapinya nabi Ibrahim
3. Kambing
gibasnya Nabi Ismail
4. Sapinya
Nabi Musa
5. Ikannya
Nabi Yunus
6. Khimarnya
Nabi Udzair
7. Semutnya
Nabi Sulaiman
8. Burung
Hud-hudnya Ratu Bilqis
9. Untanya
Nabi Muhammad Saw
10. Anjingnya
Ashhabul Kahfi”.
Binatang
yang rendah derajatnya saja bisa masuk surga, maka sangat heran sekali bila ada
manusia yang mengaku sebagai makhluq terhormat dan mulia derajatnya tidak bisa
masuk surga. Kuncinya adalah terletak pada keimanan, apa arti kemuliaan dan
kehormatan bila dirinya tidak beriman dan bertakwa kepada Allah.
22.
Keutamaan Dalam Surga Bagi Syuhada’
Pada hakikatnya orang
yang mati syahid dalam membela agama Allah dan keimanan, mereka tidak pernah
kalah meskipun dalam kasat mata mereka mati, namun sesungguhnya ruh mereka
abadi. Hidup maupun mati bagi para syuhada adalah kemenangan. Jika mereka
hidup, mereka mendapat kemenangan di dunia. Dan jika mereka mati, mereka
mendapatkan kemenangan di akhirat. Sebelum hari kiamat terjadi ruhnya saja
sudah berada di surga menempati tempat yang tertinggi.
Al-Miqda bin Ma’di Karib r.a. berkata: Rasulullah Saw
bersabda: “Di sisi Allah, orang yang mati syahid mendapatkan enam perkara:
1. Pada
permulaan darahnya mengalir, Allah mengampuni dosanya dan diperlihatkan tempat
duduknya di surga.
2. Diselamatkan
dari siksa kubur.
3. Aman
dari ketakutan yang sangat di hari kiamat.
4. Diletakkan
mahkota kehormatan dikepalanya satu biji permata yang di dalamnya lebih baik
dari pada dunia dan isinya.
5. Dikawinkan
dengan 72 istri dari bidadari.
6. Bisa
member syafa’at kepada 70 orang dari kerabatnya”.
Demikian
besar dan agung kemuliaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada para syuhada’,
mereka mendapat berbagai keistimewaan, baik sewaktu di dunia maupun di akhirat.
Jasadnya tidak busuk sepanjang zaman, yang menebarkan aroma wewangian,
jenazahnya tidak perlu di shalati, karena sudah ada jaminan masuk surga, kain
kafannya adalah bajunya sendiri yang berlumuran darah, sebagai kehormatan atas
jasadnya yang mulia. Belum lagi di surga, berbagai fasilitas dan kehormatan
telah disiapkan untuk menyambut kedatangannya.
23.
Bidadari
Bidadari dalam arti sesungguhnya hanya terdapat pada surga.
Bidadari dalam surga merupakan salah satu bentuk servis Allah Ta’ala kepada
para ahli surga. Bahkan bidadari-bidadari yang selalu disebut-sebut Allah dalam
firman-firman-Nya, mampu membuat kaum muslimin berfasta biqul khairat untuk
memperoleh bidadari-bidadari surga tersebut.
Nabi Muhammad saw bersabda: “Allah menciptakan bidadari
terdiri dari 4 warna, putih, hijau, kuning dan merah. Tubuhnya diciptakan dari
za’faran, misik, anbar, dan kafur. Rambutnya dari sutera, mulai dari jari-jari
kakinya sampai ke lututnya tercipta dari za’faran. Dari lutut sampai
kepayudaranya diberi harum-haruman dari minyak misik. Mulai dari kedua
payudaranya sampai ke lehernya diberi harum-haruman dari minyak anbar. Dari
lehernya sampai kepalanya diberi harum-haruman dari kafur. Seandainya bidadari
ini meludah dengan sekali ludahan ke dunia, maka semua air di dunia menjadi
misik. Di dadanya tertulis nama suaminya dan sebuah nama dari beberapa nama
Allah. Pada setiap tangannya terdapat 10 gelang dari emas, jari-jarinya
terdapat 10 cincin, pada kedua kakinya terdapat 10 binggel (gelang kaki) dari
jauhar dan mutiara”.
Meskipun bidadari itu memiliki banyak kelebihan dan derajat
terhormat, tetapi di dalam surga mereka masih kalah mulia dengan keempat wanita
dunia yang memiliki keistimewaan. Keempat wanita tersebut adalah: Maryam binti
Imran, Fatimah binti Muhammad Saw, Khadijah binti Khuwailid dan Asiah binti
Muzahim.
24.
Yang Mendapat Syafa’at Dari Nabi Muhammad Saw
Rasulullah sebagai kekasih
Allah, adalah orang yang paling banyak diberi keistimewaan dalam member
syafa’at kepada umatnya, tidak hanya diberi hak oleh Allah untuk member
syafa’at pada umatnya sewaktu masih di makhsyar sampai yang sudah masuk neraka
pun beliau masih diizinkan untuk member syafa’at kepada mereka.
Sebagaimana yang beliau jelaskan dalam sabdanya: “Aku diberi
pilihan antara (memberi) syafa’at dan memasukkan separoh umatku kedalam surga,
maka aku memilih untuk member syafa’at, karena syafa’at itu lebih merata (umum)
dan lebih mencukupi.
Rasulullah Saw menjadi pemukanya para Nabi dan Rasul, serta
menjadi orang pertama yang memberikan syafa’at di hari kiamat, karena beliau
memiliki keistinewaan yang tidak dimiliki oleh para Nabi lainnya.
Seperti yang beliau katakana: “Aku diberi lima hal yang
tidak pernah diberikan pada seorang pun sebelum aku, yaitu:
1. Aku
ditolong dengan adanya rasa takut di hati musuh (sebelum ketemu aku) masih
dalam perjalanan satu bulan.
2. Dihalalkan
padaku beberapa binatang ternak yang tidak pernah dihalalkan kepada seorangpun
sebelum aku.
3. Dijadikannya
bumi ini kepadaku sebagai masjid, debunya disucikan, maka seseorang dari umatku
ketika tiba waktu shalat, maka hendaknya melakukan shalat dimanapun ia berada.
4. Aku
diberi syafa’at.
5. Setiap
Nabi diutus khusus pada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat
manusia.
Itulah
diantara kelebihan Rasulullah Saw dari sekian banyak keistimewaannya, termasuk
dalam hal memberikan syafa’at. Mudah-mudahan di akhirat nanti kita mendapat
syafa’at langsung dari Rasulullah Saw, juga bisa memberi syafa’at pada yang
lain. Aamiin.
25. Ahli Surga Melihat Allah
Satu-satunya kenikmatan surga yang
paling agung adalah bertemu Allah dan melihatNya secara langsung. Diceritakan
dalam Tafsir Surah Yasin: ketika penduduk mekah sudah selesai makan dan minum
menurut apa yang mereka inginkan. Allah lau berfirman kepada mereka: “Mintalah
kepadaKu, wahai hamba-hambaKu, aku akan member kepada kalian”. Penduduk surga
mengatakan: “Kami minta keridlaanMu”. Allah kemudia membuka hijab, maka
terlihatlah oleh hamba-hamba itu, menurut tingkatan mereka berada, apa yang
dikehendaki oleh Allah Ta’ala. Mereka semua melihat Allah, sebagai mana melihat
bulan purnama. Penduduk surga itu lantas menundukkan kepala dengan
bersujud.Allah Ta’ala lantas berfirman: “Wahai hamba-hambaKu, angkatlah
kepalamu, ini bukan waktunya bersujud atau rukuk, melainkan waktunya melihat
kebagusan Dzat yang punya keagungan.
Saat ahli surga melihat Allah, mereka
bisa melihatnya dengan terang dan jelas sekali, tidak remang-remang dan juga
tidak silau. Karena itu, mereka bisa menikmatinya dengan penuh kelezatan.
26. Keridlaan Allah Pemberian
Paling Besar
Belum lengkap rasanya menikmati
kesenangan dan kebahasgian di dalam surga kalau tidak mendapat ridla Allah. Keridlaan
Allah adalah kunci dari ketenangan batin penghuni surga. Apa artinya masuk
surga dan merasakan segala kenikmatannya kalau tidak mendapat ridla Allah.
Karena itu, keridlaan Allah merupakan pemberian yang paling besar dari segala
bentuk pemberian kenikmatan surgawi.
Sebagaimana dijelaskan Rasulullah dalam
sabdanya: “Allah memanggil penghuni surga: “Wahai ahli surga”. Mereka menjawab:
“labbaik Ya Tuhanku, segala kebaikan berada di tanganMu”. Maka ditanya: “Apakah
kamu telah puas”. Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak puas, padahal engkau
telah memberikan kepada kami apa yang tidak engkau berikan pada seorangpun dari
makhlukMu”. Lantas Allah berfirman: “Suka kah bila aku memberikan sesuatu yang
melebihi dari semua itu?”. Mereka bertanya: “Pemberian apakah yang melebihi
dari semua pemberian ini?”. Allah berfirman: “Aku tetapkan kepada kalian
keridlaanKu, maka aku tidak akan murka kepada kalian selamanya”.
Lalu Allah Ta’ala berfirman: “Aku telah
memberikan pada kalian apa yang kalian harapkan, adakah kalian rela menerima
pemberian dariKu?”. Maka penduduk surga menjawab: “Wahai Tuhan kami, mintalah
kepadaKu apa yang kalian angan-angankan”. Lantas hamba-hamba itu meminta Allah
apa yang diharapkannya.
Kemudian Allah berfirman: “Aku akan
memberikan sesuatu yang melebihi dari pemberian yang pertama. Penduduk surga
kemudian bertanya: “Wahai Tuhan kami, apa pemberian itu, yang melebihi
pemberian yang pertama ini?”. Allah lantas berfirman: “Aku telah meridlai
kalian, dan Aku tidak akan marah kepada kalian untuk selamanya”.
Dengan demikian, keridlaan Allah adalah
sesuatu yang sangat berharga, yang selalu diharap oleh setiap orang yang beriman,
tanpa keridlaan Allah, manusia akan jauh dari ketenangan dan kebahagiaan, baik
di dunianya maupun di akhirat. Lebih-lebih bagi penghuni surga, keridlaan Allah
merupakan legalitas yang sangat dibutuhkan untuk bisa tenang dalam mendiami
surga.
Komentar
:
“
Menurut saya buku ini sangat bagus tetapi terlalu sering mengulang materi yang
sudah di bahas. Saya pandang bagus karena buku ini menyadarkan saya dari
beberapa aspek bahwa dunia ini hanya sementara kelak kita akan merasakan yang
namanya mati. Untuk menghadapi kematian, kita harus bersiap-siap. Beribadahlah
dan laksanakanlah perintah Allah untuk memperoleh ridlahnya. Karena itulah yang
terpenting dan utama untuk kita sebagai manusia ”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar